INOVASI PENDIDIKAN

Diposkan oleh bekti satriadi on Minggu, 14 Oktober 2012

INOVASI PENDIDIKAN
Oleh : Bekti Satriadi

A. Pendahuluan
            Perubahan social (social change) adalah awal terjadinya inovasi dalam berbagai bidang. Perubahan diartikan sebagai pergeseran posisi, kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan, akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. Perubahan menurut para ahli sosiologi perubahan terjadi dalam tiga fase, yakni fase inisiasi, yaitu : taraf permulaan ide perubahan itu di lakukan dengan menjelaskan sifatnya, tujuan dan luas perubahan yang ingin dicapai, fase legitimasi yaitu saat orang menerima ide dimaksud, fase kongruensi yaitu saat orang mengadopsi, menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus, sehingga tidak terjadi perbedaan nilai antara penerima dengan pencetus.
  Interaksi antara individu dengan individu yang lain, individu dengan kelompok adalah awal dari perubahan social (masyarakat). Dengan begitu perubahan sosial adalah perubahan tingkah laku dan sikap yang terjadi pada individu, kelompok individu maupun organisasi. Pengertian perubahan sosial  (Zaltman, Duncan,177 hal.10) yaitu pembelajaran kembali individu atau kelompok sebagai reaksi terhadap adanya tuntutan aktivitas dalam situasi yang baru, yang menghasilkan perubahan baik dalam bentuk dan/atau fungsi sistem sosial.

B.     Pengertian Inovasi dan Beberapa Istilah lainnya
Dalam bahasa Inggris “Inovation” sering diterjemahkan sebagai segala hal yang baru atau pembaharuan (Ibrahim, 1988). Ada beberapa pengertian inovasi yang di sampaikan oleh para ahli antara lain yaitu:
1.  Menurut (Hoyle dan Prescott, 1978) pengertian inovasi dilihat dari dua sudut pengertian bahasa :
v  Inovasi dari sudut kata benda umum (Common noun) diartikan sebagai: “new object, idea, or practice”
v  Inovasi dari sudut kata benda abstrak (abstract noun) “Inovasi” diartikan sebagai proses dimana suatu ide, objek atau praktek baru muncul dan diadopsi oleh seseorang individu atau kelompok.
Untuk menjelaskan lebih lanjut, maka digambarkan proses ini dalam garis kontinium berikut:

Invensi                 Pengembangan              Inovasi               Difusi              Adopsi
   (I)                                       (II)                                                                (III)                      (IV)

Dari garis kontinium ini, bahwa proses inovasi berawal dari proses invensi menuju proses adopsi. Proses ini berlangsung dalam empat tahapan, tahap awal, disebut tahap Invensi yang ditujukan bahwa suatu inovasi berawal dari adanya penemuan-penemuan baru yang dihasilkan oleh kreativitas manusia. Penemuan sering merupakan hasil adaptasi terhadap apa yang sudah ada.
Ini menggambarkan bahwa Invensi tidak terjadi dalam situasi vakum, dan kreativitas manusia menjadi salah satu sumber Inovasi ( S. Nasution, 1978,156).
Tahap kedua, yaitu pengembangan, penemuan-penemuan baru biasanya selalu di gandeng dengan riset dan pengembangan yang melibatkan aktivitas yang bervariatif.  Dalam pendidikan diantaranya kita temukan diantaranya dapat dilihat dari pengujian dan penciptaan teori-teori belajar, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan materi-materi kurikulum.
Tahap ketiga, yaitu difusi, dalam arti proses penyebaran ide-ide baru dari sumber penemuannya menuju praktek adopter, dalam proses difusi ditemukan adanya generalisasi.
Tahap keempat, adalah adopsi inovasi yaitu bahwa proses adopsi mengandung komponen-komponen (1) penerimaan (acceptance) (2) banyak waktu (over time) (3) dari pusat tertentu-ide/praktek (4) melalui individu, group/unit-unit yang mengadopsi lainnya yang saling berhubungan melalui (5) saluran-saluran komunikasi tertentu (6) ditujukan untuk struktur social dan sejalan dengan (7) sistem nilai dan budaya.
2.      Santoso Hamijoyo (1974:8) bahwa inovasi adalah “suatu perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada) sebelumnya dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu”
3.      Dari Rogers (1983:11) memberikan defini inovasisebagai: “…an idea, practice, or object thet is percerved as new by an individualor unit of adoption.”
4.      Good (1955:302) innovation: “the introduction of a new idea, method,or devide in curriculum, educational administration,ect” artinya inovasi adalah pengenalan ide baru yang berupa metode atau seperangkat komponen dalam kurikulum, dan yang berkaitan dengan masalah administrasi pendidikan.
Untuk lebih mengetahui inovasi ini terdapat dua istilah yang lain yang memiliki pengertian yang sama dengan inovasi yaitu :
1.      Discoveri adalah suatu penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang.
2.      Invensi adalah suatu penemuan sesuatu yang benar-benar baru artinya hasil kreasi manusia , benda atau hal yang ditemukan itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru.
Ibrahim (1988, 40) inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Seperti diawal bahwa inovasi tidak terlepas dari perubahan sosial, maka Zaltman dan Ducan memperjelas pengertian inovasi dengan membandingkannya dengan perubahan sosial. Semua inovasi adalah termasuk perubahan sosial, tetapi perubahan sosial belum tentu inovasi. Inovasi adalah perubahan sosial yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, dan diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat). Jadi inovasi adalah bagian (subset) dari perubahan sosial.
Pada dasarnya pengertian inovasi yang dikemukakan diatas terdapat banyak kesamaan, namun yang membedakan adalah sudut pandang yang diambil oleh beberapa definisi yang dikemukakan tersebut.

C. Ciri-ciri Inovasi
Dengan memahami beberapa definisi/pengertian dari inovasi diatas, maka terdapat beberapa ciri-ciri  dalam inovasi yaitu:
1.            Adanya unsur kesengajaan, artinya ada perencanaan yang sengaja direncanakan;
2.            Inovasi itu menunjukkan adanya suatu perubahan;
3.            Perubahan tersebut bersifat kualitatif artinya berbeda dengan atau bukan semata-mata penjumlahan atau penambahan dari unsur-unsur yang sebelumnya;
4.            Adanya unsur baru, artinya belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh penerima inovasi (individu atau masyarakat);
5.            Perubahan itu dapat menyangkut masalah ide, praktek objek, metode belajar mengajar, komponen-komponen yang terkandung dalam kurikulum dan menyangkut masalah-masalah yang berkaitan dengan administrasi pendidikan;
6.            Perubahan itu dapat ditujukan untuk perorangan atau kelompok (masyarakat);
7.            Perubahan tersebut untuk tujuan tertentu.

Ciri-ciri ini dapat memberikan gambaran yang jelas, yang selanjutnya mengarahkan kita pada beberapa tipe-tipe inovasi berikut ini:
1.            Modes of organization
2.            specific curriculum material
3.            Education Principles
Hidup adalah perubahan, maka dalam usaha untuk memahami sebuah inovasi bagi seseorang atau masyarakat, maka ada enam level pengetahuan yang akan dijalani yang terurai berikut ini: (a) Inovasi dianggap sebagai suatu pengetahuan saja (b) Pemahaman akan Inovasi (c) Penerapan Inovasi (d) Analisis Inovasi (e) Sintesis Inovasi dan (f) Evaluasi Inovasi (Bloom, 1956:18).

DAFTAR PUSTAKA

            Bloom S. Bejamin, Taxonomy of Objectives the Clasification of Educational Goals, Han book 1.Cognitive Domain, New York : David Makey Company,Inc, 1971;

            Danim, Sudarman, Inovasi Pendidikan dan Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, Bandung, Pustaka Seta, 2002;
           
            Hamijoyo, Santoso, Inovasi Pendidikan ( Meninjau Beberapa Kerangka Analisa untuk Penelitian dan Peaksanaannya), Bandung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 1974;
           
            Hasibuan, Lias, Koherensi Inovasi dalam Kurikulum Pesantren, Disertasi, 1997;

            Ibrahim, Inovasi Pendidikan, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988;
           
            Nasution S, Asas-asas kurikulum, Jakarta, Bumi Aksara, 2006;

            Wachidi, Inovasi kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial SLTP di Kota Bandung, Disertasi, 2000;

           

{ 1 komentar... read them below if any or add comment }

ivan verys mengatakan...

Thanks ya sob sudah berbagi ilmu .............................



bisnistiket.co.id

Poskan Komentar